Feb
24
2014

Review 4 / 10 Jurnal

A. Peningkatan Kapasitas Informasi Tersembunyi Pada Image Steganografi Dengan Menggunakan Teknik Hybrid

Oleh : Agus Prihanto, Supeno Djanali, Muchammad Husni

Program Pascasarjana, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Sumber : http://digilib.its.ac.id/

Resume dan review :

Dua hal penting yang harus diperhatikan dalam ilmu steganografi adalah kapasitas penyisipan informasi (payload) dan kemampuan menyembunyikan informasi (imperceptebility). Fokus jurnal ini terletak pada penyesuaian akan kebutuhan informasi yang dapat disisipkan pada sebuah gambar dengan menggunakan teknik hybrid berupa gabungan teknik kompresi dan kriptografi asimetris, metode Multi LSB Insertion dengan <= 6 bit data sisipan untuk gambar dengan pola natural dan <=4 bit data sisipan untuk gambar dengan pola komputasi ditambah algoritma pembesaran ukuran dimensi gambar steganografi.

Jadi, kurang lebih teknik hybrid ini menggabungkan 4 teknik sekaligus dengan tujuan :
a. Teknik Kompresi, mengubah format atau struktur file gambar menjadi lebih ringan dan kecil ukurannya. Dengan maksud menambah payload / kapasitas penyisipan informasi. Misalnya menggunakan format png yang memiliki ukuran output gambar lebih kecil dibanding bmp.
b. Kriptografi, penggunaan algoritma enkripsi triple DES dengan tujuan menjaga keamanan data.
c. Multi LSB Insertion, yaitu teknik steganografi / teknik penyisipan informasi pada media yang dalam kasus ini menggunakan media berupa gambar dengan merubah bit – bit biner yang tidak terlalu mempengaruhi distorsi dan gradiasi warna (least significant bit) pada setiap pixel gambar untuk meningkatkan imperceptebility serta menurunkan tingkat kecurigaan adanya informasi tersembunyi pada gambar.
d. Pembesaran ukuran gambar diterapkan untuk memberikan kotribusi terhadap peningkatan payload. Dampak negatif dari pembesaran ukuran gambar seperti efek gambar yang kotak – kotak dapat diatasi dengan memakai beberapa teknik pembesaran seperti Box Kernel, Cubic Kernel, Spline Kernel dan Lanzcos Kernel.

Kesimpulannya teknik hybrid yang diusukan secara teori dapat meningkatkan kapasitas penyisipan informasi tersembunyi hingga tak terbatas, namun besarnya kapasitas penyisipan informasi berbanding lurus dengan besarnya ukuran image stego yang dihasilkan.

Katakunci : teknik hybrid, steganografi, kompresi, multi LSB Insertion, pembesaran gambar, kriptografi

B. Echo Data Hiding Steganography And RSA Cryptography On Audio Media

Oleh : Ary Mazharuddin Shiddiqi, TIrta Priambadha, Baskoro Adi Pratomo

Department of Informatics, Faculty of Information Technology Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Sumber : http://digilib.its.ac.id/

Hasil resume dan review :

Memang keamanan informasi di era modern ini merupakan hal yang sangat penting, mengingat informasi merupakan aset berharga yang bernilai tinggi tergantung dari jenis informasinya.

Dengan berbagai macam aplikasi chatting yang ada, tidak menutup kemungkinan pesan yang kita tulis dapat di ketahui oleh orang lain dan tidak terjaga kerahasiaanya. Teknik steganografi dan kriptografi adalah salah satu solusi untuk menangani masalah keamanan dan kerahasiaan informasi.

Dalam jurnal yang saya review kali ini, teknik steganografi yang digunakan adalah metode Echo Data Hiding, sedangkan teknik kriptografi yang digunakan adalah RSA. Kedua teknik ini diimplementasikan pada aplikasi chatting.

Cara kerjanya, pesan yang akan dikirim disisipkan ke dalam file gelombang audio, misalnya format wav menggunakan metode Echo Data Hiding, kemudian dienkripsi lagi dengan algoritma RSA. Sesampainya di tujuan, pesan akan diekstraksi dari file dan di dekripsi lagi menggunakan kunci privat.

Bagian yang menariknya adalah berdasarkan penelitian yang tertulis ketika file audio tersebut di convert ke format audio yang lain, pesan yang ada di dalamnya masih utuh dan tidak berubah, walaupun menghasilkan output dengan kualitas suara yang lebih rendah. Hal ini disebabkan penggunaan lebih dari satu sampel pada proses ekstraksi.

Katakunci : echo data hiding, cryptography, RSA, steganography

C. MP3Stegz steganography detecting method

Oleh : 王让定, 金超, 严迪群, 余先敏, 孙冉, 羊开云, 马朋飞

Sumber : https://www.google.com/patents/CN103236265A

Hasil resume dan review :

Steganografi merupakan salah satu cabang penting dari ilmu penyembunyian data, menyembunyikan pesan rahasia dengan menyisipkannya ke dalam media baik suara / audio, gambar maupun video dan penggunanya melakukan pertukaran informasi melalui media tersebut tanpa diketahui keberadaan pesannya oleh pihak ketiga penyedia jalur transimisi data.

Teknologi pendeteksi steganografi dikembangkan dengan tujuan mengungkap keberadaan pesan mencurigakan dalam media dan membuktikan adanya komunikasi rahasia melalui jalur transmisi data. Dalam paper ini dibahas cara atau metode untuk mendeteksi adanya informasi rahasia dalam sebuah file audio dengan format MP3, kenapa MP3? salah satu sebabnya adalah karena file MP3 merupakan format file suara yang paling populer dan banyak digunakan.

Beberapa tahun belakangan ini sudah banyak perangkat lunak berbasis steganografi untuk file audio berformat MP3 seperti MP3Stego, UnderMP3Cover, MP3Stegz dan lain – lain. Dalam waktu yang bersamaan, tools untuk mendeteksi penggunaan steganografi pada file MP3 juga banyak bermunculan, seperti Qiao untuk mendeteksi MP3Stego dan Jin untuk mendeteksi UnderMP3Cover. Namun sampai saat ini (tahun paper ini dibuat , yaitu tahun 2013) belum ada solusi yang dilaporkan dapat mendeteksi pesan yang menggunakan tools MP3Stegz.

Kurang lebih alur program deteksi MP3Stegz meliputi proses membuka file audio berformat MP3 dalam bentuk stream biner kemudian setiap frame diperiksa secara sekuensial dengan menentukan apakah dalam frame tersebut telah dilakukan steganalisis MP3Stegz atau tidak dengan menganalisa bytes urutan ke 37 sampai 41 dan 42 sampai 56 dalam frame. Kelebihan metode ini adalah dapat mendeteksi keberadaan pesan rahasia dalam file MP3 dengan tingkat akurasi yang tinggi, performa yang cenderung stabil dan kompleksitas komputasi yang rendah.

D. Gaming software authentication

Oleh : Daniel J. Gazdic, Craig J. Sylla, Chad A. Ryan

Sumber : http://www.google.com/patents/US8419533

Hasil resume dan review :

Untuk memastikan bahwa software yang terinstall dalam sebuah mesin gaming (atau yang biasa kita sebut mesin dingdong) telah di uji coba dan berfungsi dengan baik, mesin harus di autentifikasi terlebih dahulu. Dahulu, perusahaan mesin gaming secara umum menggunakan platform hardware berbasis EPROM untuk menyimpan kode program, alhasil sejumlah teknik autentifikasi perangkat lunak telah menjadi standar di industri game.

Namun saat ini penggunaan hardware berbasis EPROM sudah jarang digunakan dan digantikan oleh teknologi terkini. Teknologi terkini yang diklasifikasikan sebagai penyimpanan data dengan kapasitas yang tinggi seperti, hard drive. Dan sejauh ini (tahun pembuatan paper ini, yaitu tahun 2002 ._.) belum ada metode autentifikasi yang menjadi standar internasional pada industri game.

Ya, mungkin saat ini sudah banyak program autentifikasi dalam mesin gaming rumahan seperti xbox dan playstation yang menggunakan teknologi dan teknik yang lebih advance lagi mengingat sudah lamanya paper ini dibuat.

Namun bagi yang belum tahu, alur program autentifikasi yang diajukan dalam paper ini sudah menggunakan gabungan beberapa teknik kriptografi modern. Konten memori di autentifikasi dengan fungsi hash dan message digest, DSA Generation Operation serta menerapkan Digital Signature.

 

Written by dwirizki in: Uncategorized |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker