Oct
30
2013

Konfigurasi Access Point

Access Point

Access Point adalah sebuah perangkat jaringan yang terdiri dari transceiver dan antenna untuk transmisi sinyal ke client remote maupun me-receive sinyal dari client remote. Mudahnya, fungsi access point adalah sebagai pengatur lalu lintas data dalam sebuah jaringan, sehingga banyak client yang dapat terhubung ke jaringan tersebut. Access point juga bertindak sebagai penghubung antara jaringan lokal dengan jaringan wireless.
Berikut adalah penampakan sebuah Access Point dari series Linksys WAP54G :
                            
Pada gambar kedua (sebelah kanan) dapat dilihat ada beberapa atribut berikut :
– Tombol Power : digunakan untuk menghidupkan access point
– LAN dan WAN Port : port untuk memasukkan kabel twisted pair
– Reset Button : digunakan untuk mengatur ulang settingan access point ke settingan default-nya, caranya tekan dengan pensil atau pulpen selama beberapa detik
– Antenna : Dua buah antenna (kiri dan kanan) berperan sebagai transmitter dan transceiver sinyal
Langkah – langkah Konfigurasi pada Access Point Linksys WAP54G
 
– Reset dulu access point dengan menekan reset button pada bagian belakang access point
– Sambungkan kabel twisted pair tipe straight ke LAN port access point dan LAN port sebuah PC agar kita dapat menyetting access point melalui sebuah GUI di desktop
– Setting IP static pada PC dengan IP address : 192.168.1.[1-254], karena gateway dari access point Linksys secara default adalah 192.168.1.245 oleh karena itu kita harus setting agar PC kita berada pada satu jaringan dengan access point
– Buka web browser pada PC dan buka / ketikkan IP default dari access point yang digunakan, dalam kasus ini 192.168.1.245
– Maka akan muncul form login dari lynksys, kosongkan kolom username dan isi kolom password dengan “admin”
– Sekarang web browser akan menampilkan aplikasi untuk setting access point seperti gambar berikut :
– Isikan device name jika ingin mengganti nama device atau menghindari resiko pembobolan oleh software crack-an
– Pilih tipe konfigurasi static IP atau DHCP
– Pada kolom IP Address ubah untuk mengubah default IP milik Access Point
– Kolom Subnet Mask dan Default Gateway bisa diubah jika memang diperlukan
– Sekarang masuk ke tab AP Mode
– Disini pilih mode access point, apakah murni sebagai access point, sebagai client, repeater atau sebagai wireless bridge
– Karena kita akan membuat access point pilih saja yang default
– Masuk ke tab wireless, pada bagian basic wireless setting :
– Disini bisa dipilih mode jaringan access point, pada bagian kolom mode ada pilihan 802.11 g, 802.11 n atau Mixed. Mixed berarti tipe g dan n, untuk kemudahan pilih mixed, kecuali jika memang ditargetkan untuk perangkat device tertentu yang bisa masuk
– Isi SSID, untuk menjadi nama access point-nya
– Channel dipilih berdasarkan frekuensi yang diinginkan, kalau bingung pilih default saja
– Enabled SSID broadcast untuk menampilkan SSID di setiap perangkat yang mendeteksi access point ini, kalau ingin disembunyikan pilih yang disabled
– Sekarang masuk ke tab wireless security
– Mode security defaultnya adalah disabled, pilih salah satu mode security agar ketika ada client yang ingin terhubung access point ini harus mengisi password
– Ada beberapa mode security, yang pertama adalah WEP.
– Pada mode security WEP, ada pilihan encryption. Digunakan untuk memilih jenis enkripsi yang digunakan pada password yang kita berikan, ada yang 10 hex digits dan 26 hex digits. Semakin banyak jumlah digit semakin aman
– Passphrase, dan 5 key diisi untuk keperluan enkripsi password
– Kemudian ada mode WPA-Personal, WPA2-Personal dan WPA2-Mixed, disini kita pilih saja yang WPA2-Personal karena mode WPA lebih aman daripada mode WEP.
– Ini screenshotnya untuk ketiga mode security tersebut :
– Perbedaan diantara ketiga mode WPA diatas ada pada algoritma enkripsi yang digunakan, WPA Personal bisa memilih antara menggunakan algoritma enkripsi TKIP atau AES, WPA2 Personal selalu menggunakan AES, sedangkan yang WPA Mixed menerapkan keduanya
– Passphrasenya sudah di isikan secara default, jika ingin diganti pun bisa
– Dan bisa diisi pada kolom key renewal,  untuk mengganti key hasil enkripsi akan dilakukan setelah berapa detik. Semakin sering semakin baik tingkat keamanannya. Kita coba saja isi dengan 60 detik (setiap 1 menit)
– Selain mode security diatas, masih ada lagi mode yang disediakan oleh access point ini. Diantaranya : WPA – Enterprise dan Radius
– Pada dua mode ini kurang lebih sama dengan 3 mode WPA diatas, namun ditambahkan satu fitur radius. Untuk membatasi lagi client yang bisa masuk dengan mengisikan port dan IP-nya.
– Masuk ke tab administration pada tab management
– Isikan password access point dan ketik ulang lagi passwordnya
– Pada tab SNMP bisa dimasukkan beberapa informasi tambahan seperti kontak dan lokasi
– Di tab log kita bisa melihat log mengenai settingan yang sudah dibuat pada view log
– Tombol restore factory defaults untuk merestore settingan default pada factory (ketikan asal ._.)
– Tab firmware update digunakan untuk mengupgrade firmware yang digunakan oleh access point. Caranya pilih file firmware yang   kita punya lalu pilih upgrade
– Sedangkan tab status menunjukkan beberapa atribut access point seperti versi firmware, mac address, dan informasi IP
– Setelah semua settingan selesai pilih save setting pada tab-tab sebelumnya
– Jika masih ada informasi yang kurang jelas, access point ini juga mneyediakan manual-nya, klik saja link help yang ada pada kolom sebelah kanan
– Sekarang konfigurasi access point sudah selesai 🙂
Written by dwirizki in: Uncategorized |
Oct
24
2013
973

Review Seminar Internasional Ilmu Komputer dan Pendidikan Ilmu Komputer UPI 2013

Pada hari Sabtu tanggal 19 Oktober 2013 kemarin, diadakan seminar internasional di Isola Resort Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada pukul 09.30 sampai 12.30. Seminar tersebut dihadiri oleh hampir seluruh dosen program studi ilmu komputer dan para mahasiswa. Pada seminar ini ada 2 topik pembicaraan yang dibahas. 

Topik pertama, pembicaranya adalah Prof.LIM Cher Ping dari Hongkong Institute of Education. Topik yang dibicarakan oleh beliau adalah tentang e-portofolio, yaitu portofolio berbasis data elektronik. e-portofolio ini dimaksudkan untuk mencatat data – data perkembangan dan prestasi belajar pelajar, khususnya mahasiswa. Bentuk implementasinya bisa diterapkan pada server lokal setiap universitas atau kampus – kampus dengan media website. Jadi, bisa dibilang seperti CV online miliki pribadi. Banyak manfaat yang bisa kita ambil dengan menggunakan e-portofolio ini, misalnya saja ada suatu perusahaan yang ingin mengontrak kerja di universitas kita dan pihak perusahaan tersebut menginginkan beberapa lulusan mahasiswa dengan kriteria dan kemampuan tertentu, dengan bantuan media e-portofolio ini pihak universitas dapat menawarkan beberapa nama mahasiswa sesuai kriteria dan kemampuan yang dimaksud dengan tepat. Selain itu juga, hal ini dapat memotivasi mahasiswa untuk terus berkarya dan mencari prestasi sebanyak-banyaknya.

Topik kedua bercerita tentang tren ICT di Indonesia dan pendidikannya, dengan pembicara Prof.Zainal A. Hasibuan Ph.D – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Indonesia menempati peringkat ke- 4 terbesar di dunia dalam hal banyaknya pengguna internet, itulah yang beliau utarakan pada awal seminar sesi kedua ini. Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang sangat drastis, masyarakat Indonesia pun dituntut harus bisa memanfaatkan teknologi dengan benar dan tepat sasaran. Tepat sasaran dalam artian menggunakan teknologi seperlunya dan melakukan inovasi bila dibutuhkan, karena ada dua jenis profesi yang berkaitan dengan ICT yaitu sebagai pengguna teknologi atau sebagai pencitpta teknologi itu sendiri. Singkat cerita, kesimpulan yang bisa saya dapatkan adalah di Indonesia masih banyak lahan untuk para pendidik bidang ICT karena kebutuhan akan ICT sudah jelas dan hampir menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat kota.
Written by dwirizki in: Uncategorized |
Oct
22
2013
948

Mutual Exclusion (MutEx) dan implementasinya

 

Seperti yang sudah kita ketahui, salah satu tugas sistem operasi pada sebuah komputer adalah mengatur dan mengelola pengguaan sumber daya oleh proses – proses yang berlangsung di dalam komputer, baik proses yang berlangsung secara background maupun foreground.

Beberapa sumber daya yang digunakan tersebut seperti main memory ataupun harddisk dapat digunakan oleh sebuah proses secara bersama – sama dalam satu waktu (resource sharing) melalui sebuah sistem concurrency.

Namun ada pula sumber daya yang hanya bisa digunakan oleh satu buah proses saja dalam satu waktu, contohnya penggunaan sumber daya printer. Sumber daya seperti ini disebut sebagai sumber daya kritis dan program yang sedang memakai sumber daya kritis disebut sedang memasuki keadaan kritis (critical section / critical region).

Nah, mutual exclusion atau lebih sering disebut dengan mutex adalah cara atau solusi yang disediakan sistem operasi untuk menjamin agar hanya satu proses saja yang berjalan dalam keadaan critcal section.

Berdasarkan sumber dari wikipedia, ada banyak solusi yang dapat diterapkan sebagai mutual exclusion. Baik dengan menerapkannya pada hardware ataupun dengan software.

penjelasan salah satu algoritma disini (belum di update)

Intinya secara umum kemampuan mutual exclusion harus memenuhi beberapa kriteria berikut :

  1. Hanya satu proses pada satu waktu yang diizinkan memasuki critical section yang sama
  2. Proses yang berada di non-critical section dilarang memblok proses lain yang ingin masuk critical section
  3. Harus dijamin proses yang ingin masuk critical seciion tidak menunggu selama waktu yang tak berhingga atau tidak boleh terjadi deadlock maupun starvation
  4. Ketika tidak ada proses di critical section, maka porses yang ingin masuk harus diizinkan segera masuk tanpa ada waktu tunda
  5. Tidak menggunakan asumsi mengenai kecepatan relatif proses atau jumlah proses yang ada.

Jika kriteria – kriteria di atas ada yang dilanggar ada kemungkinan metode mutex yang digunakan hanya bisa digunakan pada situasi tertentu saja dan harus dilakukan secara hati-hati.

 

Referensi

Wikipedia

Blogspot Manajemen Memori

Written by dwirizki in: Uncategorized |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker